Bersikap layaknya orang yang mampu menahan rasa marah dan kesal bukan hal yang mudah. Sebab, setiap orang memiliki amarah sehingga mudah sekali terjerat rasa kesal dan marah. Akan tetapi, saat menjalani ibadah puasa, segala macam amarah sebaiknya tetap dijaga.
Untuk dapat meraih kesucian hati, anda dapat memulainya dari menjaga hati. Sebab, hati adalah sumber untuk merasakan segala macam yang dipikirkan sehingga dapat mejadi pikiran negative maupun positif.
Kesucian hati sama artinya dengan terhindar dari segala macam penyakit hati, seperti malas, iri, dengki, keras kepala, dan egois. Mencapai kesucian hati, bukanlah hal yang mudah. Ya, terkadanag beberapa orang, membicarakan kejelekan orang lain secara tidak sengaja karena kebiasaan.
Menilai kesucian hati memang dapat dilakukan diri sendiri dengan melatih diri untuk berbuat baik setiap harinya. Ya, menyadari segala macam bentuk kesalahan yang dilakukan, dapat membuka pikiran untuk menilai dairi sendiri sehingga dapat perlahan-lahan merubah sikap yang tidak baik.
Menjaga hati di kantor
Saat berada di kantor, berkumpul dengan rekan kerja terkadang hanyut dalam pembicaraan yang tidak baik seperti membicarakan kejelekan orang lain, ataupun bersenda gurau yang menyakti hati lawan bicara. Menyadari hala-hal kecil sperti itu dapat melatih diri untuk melatih kesucian hati. Sebab, pelan-pelan anda akan belajar untuk menjaga mulut dan pikiran serta hati untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menyakiti orang-orang.
Selain itu, rasa lelah spulang dari kantor pun dapat menyebabkan emosi mudah meledak-ledak sehingga kesalahan kecil yang terjadi di rumah menjadi besar. Ya, berusaha untuk menjadi sabar dan menjaga hati dari emosi juga merupakan salah satu cara untuk menjaga hati menuju kesucian.
Menjaga hati di rumah
Sebagai tempat berkumpul dan bercengkerama bersama keluarga, rumah tenteu memiliki peran yang penting. Oleh sebab itu, rumah selalu diisi dengan berbagai macam hal yang menyenangkan.
Pada bulaln Ramadhan ini, momen berkumpul bersama keluarga semakin intensif. Sebut saja ketika buka puasa dan sahur bersama. Biasanya sebelum memasuki waktu berbuka puasa bersama, setiap anggota keluarga akan berkumpul di rumah.
Untuk menjaga hati agar tetap harmonis dan religius, biasanya banyak keluarga mengalunkan musik religi sebagai pengantar momen berbuka puasa. Alunan nada musik religi akan semakin mengena di hati jika keluar dari audio yang berkualitas.
Semoga di bulan Ramadhan ini, semua manusia dapat menjaga hati. Semua itu dengan harapan agar di hari kemenangan nanti semua dapat kembali menuju ke kesucian diri.
Kompas KLASIKA
Jumat, 4 September 2009
posting yang menarik, sebelum kasih komentar yg lain-lain, saya perkenalkan dulu neeeh, saya Agus Suhanto
Oleh: Agus Suhanto on September 6, 2009
at 8:10 pm
ok… salam kenal…
Oleh: giovanyglagun on September 6, 2009
at 10:28 pm